school and education

 

Bahasa : Indonesia  | English  | Portal 

Jambore Desa berbudaya lingkungan Desa DAS Citarum Jangkar Ecovillage Tahun 2019

Jambore Desa berbudaya lingkungan Desa DAS Citarum Jangkar Ecovillage Tahun 2019

WhatsApp Image 2019 11 18 at 14.21.16

15-17 November 2019, Salah satu dosen PGSD Aang Solahudin Anwar, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang telah menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Jambore Desa berbudaya lingkungan di desa DAS Citarum yang Diselenggarakan oleh Jaringan Karya (Jangkar) Ecovillage Jawa Barat. Kegiatan yang di laksanakan di Kota Bekasi bertempat di Kecamatan Cikarang Timur di hadiri oleh sekitar 600 partisipan.

WhatsApp Image 2019 11 18 at 12.47.01 1

Tujuannya adalah untuk bertukar dan berbagi informasi dari dan  untuk komunitas penggiat lingkungan tentang bagaimana cara pemeliharaan lingkungan khusus di Daerah Aliran Sungai citarum. Nantinya informasi tersebut disampaikan kembali kapada anggota komunitas dan juga masayarakat.

WhatsApp Image 2019 11 18 at 12.47.01

Menurut Aang Solahudin Anwar, M.Pd “Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya pribadi mewakili akademisi di Karawang khusus lembaga  UBP berkesempatan mengedukasi dan bertukar informasi kpada para komunitas dan penggiat lingkungan”.

WhatsApp Image 2019 11 18 at 14.21.16

Selanjutnya beliau juga menambahkan “Untuk Teman-teman (dosen dan Mahsiswa) juga masyarakat Jawa Barat semoga kegiatan Jambore desa berbudaya lingkungan ini terus diadakan dan didukung oleh semua kalangan guna menjaga dan melestarikan sungai Citarum. Perlu edukasi serta aksi cepat,  tepat juga langkah pasti agar permasalahan di DAS Citarum segera teratasi. Walaupun ini menjadi program pemerintah tetap sebagai akademisi dan masyarakat harus mendukung untuk percepatan revitasi sungai Citarum.

WhatsApp Image 2019 11 18 at 12.47.01 1

Dalam diskusi yg berjalan banyak dibahas mengenai persampahan. Bagaimana Cara penanganan sampah yg ada di lingkungan masyarakat yg menjadi permasalahan yang Tak henti-hntinya setiap hari. Perlu manajemen Dan teknologi mengenai hal ini. Sudah banyak bank sampah namun para penggiat lingkungan Dan komunitas kebingungan dengm kondisi sampah yg sdh ada hanya menjadi hiasan Tapi kurang menjual dipasaran. Disinilah perlu  peran akademisi untuk bisa meningkatkan nilai guna Dari Hasil olah sampah tersebut.Salam lestari,  Kita jaga Alam, Alam akan manjaga kita”.